Ekonomi

Harga Emas Dunia Ditutup Melemah Pekan Ini, Turun 4 Persen

Harga Emas Dunia Ditutup Melemah Pekan Ini, Turun 4 Persen

Harga emas dunia menutup perdagangan pekan ini dengan pelemahan sekitar 4 persen setelah kembali turun pada Jumat (23/10). Logam mulia tersebut mengakhiri perdagangan di bawah level US$4.000 per troy ons, sekaligus mencatat penurunan mingguan terdalam sejak Juni 2026.

Berdasarkan data historis XAU/USD dari Investing.com, harga emas spot ditutup pada posisi US$3.995,63 per troy ons, melemah 0,70 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di US$4.023,91 per troy ons.

Jika dibandingkan dengan penutupan Jumat (16/10) sebesar US$4.165,50 per troy ons, harga emas dunia telah kehilangan US$169,87 atau sekitar 4,08 persen dalam sepekan.

Penurunan tersebut membawa harga emas ke level terendah dalam tiga bulan terakhir. Sepanjang perdagangan Jumat, harga logam mulia sempat menyentuh US$3.975,88 per troy ons sebelum mengalami pemulihan terbatas menjelang penutupan.

Memasuki Sabtu (24/10/2026), harga emas dunia masih mengacu pada posisi terakhir tersebut karena pasar spot internasional tidak beroperasi selama akhir pekan.

Pergerakan harga emas dunia selama sepekan

Harga emas dunia mengalami tekanan sejak awal pekan perdagangan. Pada Senin (19/10/2026), emas ditutup di posisi US$4.140,87 per troy ons, lebih rendah dibandingkan penutupan pekan sebelumnya.

Pelemahan berlanjut pada Selasa sebelum harga sempat menguat pada Rabu (21/10/2026). Namun, kenaikan tersebut tidak bertahan setelah emas kembali mengalami penurunan pada dua sesi perdagangan berikutnya.

Berikut rincian harga penutupan emas dunia selama sepekan terakhir:

TanggalHarga penutupan
Jumat, 16 Oktober 2026US$4.165,50
Senin, 19 Oktober 2026US$4.140,87
Selasa, 20 Oktober 2026US$4.124,94
Rabu, 21 Oktober 2026US$4.140,97
Kamis, 22 Oktober 2026US$4.023,91
Jumat, 23 Oktober 2026US$3.995,63

Harga dalam dolar AS per troy ons.

Penurunan paling besar terjadi pada Kamis (22/10/2026), ketika harga emas terkoreksi 2,83 persen dalam satu sesi perdagangan.

Penyebab harga emas dunia melemah

Mengutip Reuters, tekanan terhadap harga emas dunia berkaitan dengan kenaikan harga energi yang kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat (AS).

Harga minyak mentah Brent sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari lima bulan setelah serangan kelompok Houthi di Arab Saudi menimbulkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan kebijakan suku bunga ketat lebih lama.

Suku bunga yang tinggi cenderung memberikan tekanan terhadap emas karena logam mulia tidak menghasilkan bunga seperti sejumlah instrumen keuangan lainnya.

Selain faktor inflasi, pelemahan saham-saham teknologi di Wall Street turut memengaruhi pasar logam mulia.

Analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, menjelaskan bahwa aksi jual saham teknologi telah memicu margin call bagi sebagian pelaku pasar. Kondisi tersebut mendorong investor menjual kepemilikan emas dan perak untuk memenuhi kebutuhan dana.

Sementara itu, permintaan emas fisik di India meningkat seiring penurunan harga selama perayaan Dussehra. Di China, permintaan emas fisik relatif stabil meskipun konsumen masih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk perhiasan.

Pasar menanti keputusan suku bunga The Fed

Setelah menutup pekan dengan pelemahan, perhatian pelaku pasar emas tertuju pada agenda kebijakan moneter Amerika Serikat.

Federal Reserve dijadwalkan menggelar pertemuan pada 27–28 Oktober 2026. Pelaku pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan tersebut.

Namun, data inflasi konsumen dan produsen AS yang lebih tinggi dari perkiraan turut meningkatkan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter pada akhir tahun.

Selain keputusan suku bunga, investor akan mencermati laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dijadwalkan dirilis pada 29 Oktober 2026.

Data tersebut merupakan salah satu indikator inflasi utama yang digunakan The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter.

Dengan penurunan sekitar 4 persen sepanjang periode 19–23 Oktober 2026, harga emas dunia mencatat pelemahan mingguan terbesar dalam lebih dari empat bulan terakhir.