Antisipasi Secara Dini Bencana Alam, Kodim 0605/Subang Gelar Apel Siaga Bersama Forkopimda

Ket Foto : Istimewa

SUBANG | BEWARA.CO.ID | Memasuki musim penghujan, Kodim 0605/Subang bersama Forkopimda dan instansi terkait melaksanakan apel siaga dalam rangka menghadapi bencana alam di wilayah Kodam III/Siliwangi.

Kegiatan apel tersebut digelar di lapangan upacara Kodim 0605/ Subang, Jl mayjen Soetoyo No 27, Karanganyar Subang. Jumat, (8/12/2023).

Bacaan Lainnya

Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayjen TNI Erwin Djatniko, S.Sos., melalui Video Conference (Vicon) menyatakan bahwa, kegiatan apel bencana dalam kesiapan menghadapi Bencana Alam di wilayah Kodam III/Siliwangi ini dilaksanakan karena puncak musim hujan diperkirakan ada di bulan Januari 2024.

Ket Foto : Istimewa

“Dari Data BPBD bencana alam akan terjadi peningkatan bencana seiring dengan musim hujan. Antisipasi secara dini bencana alam di Jawa Barat bersinergi dengan intansi terkait memetakan berbagai potensi kerawanan prediksi BMKG terjadinya bencana alam,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0605/Subang, Letkol Inf Bambang Raditya, M.Han., mengatakan bahwa, penyelenggaraan apel siaga dalam rangka menghadapi bencana alam tersebut sebagai bentuk kesiapsiagaan serta kewaspadaan dalam menghadapi bencana.

Sehingga Apel siaga yang digelar tersebut tentunya, menjadi momen untuk memupuk rasa kebersamaan dan solidaritas antar instansi dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Subang.

Ket Foto : Istimewa

“Kita harapkan dengan adanya kegiatan seperti ini, sinergi antar instansi semakin kuat, sehingga kita dapat memberikan respons yang cepat dan efektif saat menghadapi bencana alam,” ungkap Letkol Bambang Raditya.

Selanjutnya, Dandim juga berharap bahwa, apel siaga bencana ini bukan hanya kegiatan seremonial belaka, tetapi merupakan manifestasi kesiapan Pemerintah Daerah, TNI, Polri maupun berbagai komponen masyarakat dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan apabila terjadi bencana.

“Kita semua menyadari, bahwa bencana alam memang tidak dapat ditolak. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana upaya kita semua untuk dapat meminimalisir dampak yang mungkin terjadi akibat bencana tersebut atau yang biasa disebut dengan mitigasi bencana,” harapnya. (Wan/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *