SUBANG | BEWARA.CO.ID | Turut Serta dalam Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 115, di Desa Jalupang, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Subang gelar penyuluhan terkait program strategis tentang pendaftaran tanah kepada Warga Masyarakat Desa Jalupang Kecamatan Kalijati Subang, di Aula Desa Jalupaang, Selasa (17/10/2022).
Sementara itu, Penyuluhan terkait Program strategis Pendaftaran tanah tersebut tentunya merupakan sasaran Kegiatam Non Fisik TMMD ke 115 Kodim 0605/Subang.
Komandan Satgas TMMD ke 115, Letkol Inf. Bambang Raditya, melalui oleh Pasiter Kodim 0605/Subang, Letda Inf Ganjar Adriana Bello, mengatakan bahwa, kegiatan non fisik TMMD kali ini dilaksanakan dengan penyuluhan pertanahan, dan tentuya pihaknya bekerja sama dengan Badan Pertanahan Negara (BPN) Subang.
“Kita gelar kegiatan Non Fisik dalam TMMD ke 115 Kodim Subang ini, dan salah satunya penyuluhan pertanahan, dan kebetulan kami juga mengundang dari BPN Subang,” ujar Letda Ganjar Adriana Belo saat di temui bewara.co.id di Posko TMMD ke 115 di Aula Desa Jalupang.
Lebih lanjut Letda Ganjar menyampaikan, penyuluhan ini dirasa sangat penting karena saat ini masih banyak warga yang belum memiliki sertifikat terhadap lahan yang dimilikinya.
“Dengan penyuluhan ini diharapkan bisa membantu masyarakat bagaimana cara mengurus sertifikat,” ungkap Letda Ganjar.
Sementara itu, Kepala ATR/BPN Subang, Andi Kadandio Alepuddin, melalui kepala seksi survei dan pemetaan, Lili Muniri, menjelaskan bahwa, penyuluhan tersebut penting dilakukan untuk memberikan penjelasan dan informasi baru kepada masyarakat berkaitan dengan pemetaan bidang tanah Desa demi Desa dalam mendukung dan memaksimalkan transformasi Desa digital, sehingga penyelenggaraan dan pelaksanaan Pendaftaran Tanah dapat dilakukan melalui sistem elektronik secara bertahap.
“Kita mengharapkan dengan adanya penyuluhan tersebut mampu menambah wawasan masyarakat berkaitan dengan proses pendaftaran tanah secara online. Semoga, apa yang dilakukan bermanfaat bagi masyarakat maupun pemerintah daerah Kabupaten Subang,” jelas Lili Muniri. (Red)





