SUBANG | BEWARA.CO.ID | Hampir dua bulan, kemunculan semburan api di rest area km 86 B, akhirnya padam juga.
Hal tersebut tentunya, sebelumnya Semburan di rest area Km 86 B ruas Astra Tol Cipali tersebut muncul pada tanggal 26 April 2023 lslu, namun saat kemarin, Selasa (4/7/2023), api sudah mulai padam, namun hal tersebut tentunya belum diketahui rest area di fungsikan kembali.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, Udin Jazudin melalui Seksi Rehabilitasi, Tommy Hidayat membenarkan kalau pihaknya telah melakukan pengecekan dan pemeriksaan dengan tim dari Pertamina, LMS/AIS dan juga Polisi.
Tommy juga menambahkan bahwa, hasil dari detektor gas milik Pertamina, menunjukan dari radius 2 meter h2s ppm, CO ppm, LEL ppm menunjukan angka 0% atau tidak adanya gas liar. Bahkan dicoba dengan radius lebih dekat 1 meter juga alat detektor gas menunjukan angka 0 persen atau tidak adanya gas liar.
“Untuk memastikan team Pertamina mencoba lebih dekat atau 0 meter pengukuran selama 1menit lebih di lubang keluarnya gas, dan tentunya hasilnya pun masih tetap menunjukan angka 0 persen, sementara yang ada hanya oksigen dengan angka 2.09 persen dengan O2,” ujar Abi Tommy sapaan akrabnya, saat di hubungi bewara.co.id, melalui sambungan aplikasi Whatsapp.
hal tersebut tentunya, Selasa pagi, Kapolda Jabar, Irjen Pol Akhmad Wiyagus dan jajarannya serta Kapolres Subang, AKBP Sumarni melakukan pemantauan perkembangan semburan api. Bahkan mereka pun turun langsung mengecek ke lokasi semburan tersebut untuk memastikan telah mulai padam serta bagaimana ke depannya untuk keselamatan masyarakat.

Hal ini pun sesuai dengan informasi dalam surat yang diterbitkan oleh BPPD Subang kepada PT LMS (Astra Infra Toll Road) atas selesainya penanganan semburan api Rest Area 86B Astra Tol Cipali tertanggal 5 Juli 2023 dengan nomor PB.01.02/341-Sekre.
Dalam surat tersebut, BPPD Kabupaten Subang juga menyampaikan hasil pengecekan kandungan gas di sumur air lokasi semburan api Rest Area KM 86B pada Selasa, 4 Juli 2023 pukul 17.55 bersama Pertamina EP dan Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI). Hasil pengecekan menyatakan tidak ditemukan kandungan gas di lokasi tersebut.
Sementara itu, Kepala Divisi Operasi ASTRA Tol Cipali, Sri Mulyo, saat merespon padamnya semburan api tersebut, menyatakan bahwa, pihaknya akan mengkaji fungsional Rest area KM 86B.
“Saat ini rest area masih dalam keadaan tidak difungsikan dan kami akan mengkaji fungsional Rest Area KM 86B pasca padamnya semburan api dengan berkoordinasi bersama Kementerian ESDM dan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Harapan kami para pengguna jalan bisa secepatnya kembali memanfaatkan Rest Area 86B,” ungkapnya.

Hal tersebut tentunya, Astra Tol Cipali menghimbau kepada masyarakat yang akan berpergian menggunakan Tol Cipali, untuk senantiasa menjaga keamanan diri, keluarga, dan pengguna lain dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas kecepatan, minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam.
“Apabila kelelahan atau kondisi fisik sudah tidak baik, segera beristirahat di Rest Area terdekat anda,” ucapnya. (Wan/Red)





