HUT PTGMI ke 28, Puskesmas Purwadadi Bersama PTGMI Jawa Barat, Gelar Kegiatan SIGIMA Bersama Ratusan Siswa SD Negeri 1 Purwadadi

Ket Foto : Istimewa

SUBANG | BEWARA.CO.ID | Dalam rangka HUT ke 28 PTGMI (Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia), gelar kegiatan sikat gigi masal di tingkat SD (Sekolah Dasar) dan TK (Taman Kanak-kanak) secara serentak se-Jawa Barat.

Sementara itu, kegiatan Sikat Gigi masal tersebut di lakukan pula UPTD Puskesmas Purwadadi yang bertempat di SD Negeri 1 Purwadadi, Kecamatan Purwadadi Subang, Jumat pagi, (13/09/2024).

Bacaan Lainnya

Kegiatan sikat gigi masal ini pun bertujuan untuk mendorong anak-anak sekolah dan masyarakat untuk menggalakan sikat gigi 2 (dua) kali sehari yang merupakan upaya dasar pemeliharaan kesehatan gigi ddan mulut dan juga pencegahan penyakit gigi dan mulut.

Kegiatan ini juga tentunya selain upaya untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut adalah dengan memeriksakan gigi 6 (enam) bulan sekali ke pusat pelayanan kesehatan gigi yang ada di Puskesmas, klinik, dan juga Rumah Sakit.

Ket Foto : Istimewa

Ketua PTGMI Kabupaten Subang, Ida Nurhaida, SST.  mengatakan bahwa, Sikat gigi masal (SIGMA) ini merupakan upaya preventif yang merupakan salah satu program nasional kesehatan gigi dan mulut.

“Kegiatan Bakti Sosial dengan “Sikat Gigi Masal” ini dilaksanakan secara serentak di Jawa Barat, hal ini tentunya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut yang di tanam sejak dini, dan salah satunya kami gelar di SD Negeri 1 Purwadadi,” ujarnya.

Hal ini, Ida juga menyatakan bahwa, pada awalnya Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI) ini dikenal dengan Organisasi Perawat Gigi Indonesia, namun berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2016 mendasari perubahan nomenklatur nama menjadi Terapis Gigi dan Mulut Indonesia.

Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI) ini merupakan organisasi dari tenaga kesehatan yang berkontribusi dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut sehingga berkolaborasi dengan dokter gigi, dokter umum maupun tenaga kesehatan lainnya.

Ket Foto : Istimewa

Para terapis gigi dan mulut ini dapat berdinas di fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit swasta/pemerintah dan membuka layanan praktek mandiri sesuai regulasi yang berlaku untuk mendapatkan izin operasional.

Ida Nurhaida, SST juga menilai persoalan stunting yang telah menjadi isu nasional dapat ditindaklanjuti dengan status dan kondisi kesehatan gigi dan mulut masyarakat di Indonesia, dan salah satunya di Kecamatan Purwadadi ini, sehingga penilaian itu didasari oleh sejumlah penelitian yang dilakukan, kemudian riset dan literature para ahli.

Pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan angka kesakitan gigi masyarakat di Indonesia cukup tinggi, sedangkan di tahun 2018 ditemukan 88,5 persen penduduk Indonesia mengalami sakit gigi. Namun, mirisnya hampir 99 persen penduduk itu menyikat gigi, akan tetapi menyikat gigi bukan pada waktu dan cara yang benar.

“Dengan hasil SKI tahun 2023 ditemukan bahwa masih sangat tingginya angka kesakitan gigi penduduk, terutama pada anak-anak. Jadi, di HUT PTGMI tahun 2024 ini kami melaksanakan bakti sosial sikat gigi massal,” ungkapnya.

Bakti sosial sikat gigi massal ini mengusung tema Bersinergi Menuju TGM Unggul Revitalisasi Keterampilan Terapis Gigi dan Mulut Tiada Batar Menuju Indonesia Emas 2045. (wan/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *