Kecelakaan Maut Kembali Terjadi di KM 119.600 Tol Cipali, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP

Ket Foto : Istimewa

SUBANG | BEWARA.CO.ID | Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Tol Cipali KM 119.600 Jalur B, yang tepatnya di Kecamatan Cibogo Subang, Jumat siang, (25/11/2022).

Sementara itu, dalam peristiwa kecelakaan tersebut, salah seorang penumpang kendaraan mini bus jenis Pajero meninggal dunia di TKP.

Sedangkan untuk kronologi kecelakaan maut tersebut berawal dari mobil Sport Utility Vehicle (SUV) bernomor polisi D 1016 AIP yang dikendarai Abdul Aziz (53) melaju dari arah Palimanan menuju Jakarta, sedangkan kendaraan yang di kendarai warga Sukaasih RT. 005/010 Cicaheum Kiaracondong Bandung pun menabrak, bagian belakang truk tronton bernomor polisi BK 9460 CE yang berada di depannya yang di kendarai Safei (49),

Sementara itu, dalam peristiwa tersebut, Kepala Badan Kepedagawaian Daerah (BKD) Jawa Barat, Dr. Ir. Yerry Yanuar yang berada di mobil SUV meninggal dunia di lokasi kejadian.

Dalam kejadian tersebut, korban tewas di lokasi kejadian, sementara pengemudi mengalami luka-luka.
Sementara kecelakaan tersebut diakibatkan pengemudi kurang antisipasi dalam berkendara, sedangkan kondisi kendaraan terakhir, korban berada di bawah truk bagian belakang.

Selanjutnya dari kejadian tersebut, korban tewas dibawa ke ruang jenazah RSUD Subang, dan sementara korban luka dibawa ke ruang IGD Subang.

Direktur RSUD Subang, dr. Ahmad Nasuhi, saat di temui bewara.co.id, mengatakan bahwa, korban datang ke RSUD pada pukul 14.10 WIB, dan pihak langsung melaksanakan pemeriksaan kepada korban luka-luka.

“Untuk korban meninggal, yaitu Kepala BKD Jabar, sedangkan sopirnya mengalami luka-luka, dan mereka mengalami kecelakaan di KM 119.600, yang tepatnya di Kecamatan Cibogo Subang,” ujar Ahmad Nasuhi.

Selanjutnya, Ahmad Nasuhi pun menjelaskan bahwa, korban mengalami luka di bagian kepala sebelah kiri sehingga menyebabkan pendarahan di hidung dan telinga.

“Lukanya memang bagian belakang kepala sebelah kiri, dan itu menyebabkan pendarahan di lubang hidung dan lubang telinga,” jelasnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *