SUBANG | BEWARA.CO.ID | Miris, puluhan siswa dan siswi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukatani Desa Banggalamulya Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang belajar tanpa kursi dan meja, serta belajar di Musholla.
Pantauan bewara.co.id, mereka belaja bahkan tak hanya di musholla, tetapi mereka pun belajar di tempat parkir kendaraan dengan di halangi terpal plastik.
Sementara itu, diakibatkan bangunan yang sudah usang di makan usia, sehingga dikhawatirkan ambruk menimpa siswa dan siswi saat belajar, dan tentunya sangat membahayakan keselamatan para guru pengajar dan juga anak-anak.

Maka dari itu, proses belajar pun terpaksa di pindahkan ke musholla, perpustakaan, dan juga tempat parkir kendaraan di lingkungan sekolah. Hal ini mereka belajar ditempat tersebut sudah menginjak empat tahun lamanya.
Salah seorang Guru pengajar, Mintarsih (52), mengatakan bahwa, para siswa yang belajar di luar ruang kelas tersebut adalah siswa kelas tiga, empat, dan kelas lima, menurutnya, dengan kondisi seperti ini, membuat para siswa tak nyaman, bahkan selain tempatnya sempit juga berdebu, kondisi tempat belajar juga membuat para siswa kesulitan berkonsentrasi.
“Sejak lima tahun terkahir ini, seluruh bangunan sekolah di SDN Sukatani ini berjumlah enam ruang kelas, bahkan kondisinya pun sudah mulai rusak, bahkan seperti yang terlihat saat ini, bangunan pun nyaris ambruk, Kami sudah melakukan pengajuan bantuan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, tetapi hingga saat ini baru sebatas dilakukan peninjauan saja,” ujar Mintarsih.

Selanjutnya, Mintarsih juga menambahkan bahwa, para siswa saat ini bahkan sudah hampir empat tahun mereka belajar musholla, ruangan perpustakaan, hingga tempat parkir.
“Hal ini kami lakukan dikarenakan ruang kelasnya sudah rusak, tidak bisa dipakai lagi. Jika dipaksakan, takutnya malah membahayakan anak-anak saat belajar,” ungkapnya.
Selanjutnya, atas kejadian tersebut, pihak sekolah dan siswa berharap perbaikan ruang sekolah bisa dilakukan secepatnya, karena saat ini proses belajar mengajar dirasa tidak kondusif. Selain mengganggu konsentrasi belajar, bangunan yang rusak juga bisa mengancam jiwa para siswa dan guru.

Sementara itu, salah seorang pelajar kelas lima SDN Sukatani, Raisa (11), dirnya mengaku sudah lelah belajar di lantai musholla, bahkan ia berharap ruangan kelasnya dapat segera perbaiki.
“Belajarnya di bawah, karena tidak ada bangku dan kursi, jadi kita belajar pun tidak merasa nyaman, saya ingin ada kursi dan meja juga, dan saya tidak mau belajar terus di lantai musholla ini,” jelasnya. (Wan/Red)





