Ruwat Bumi, Desa Sawangan Lakukan Ngarak Puluhan Gunungan Hasil Bumi dan Do’a Bersama Ribuan Warga

Ket Foto : Ribuan Warga Desa Sawangan lakukan Do'a bersama di Kegiatan Ruwat Bumi, Sabtu pagi, (06/12/2025).

SUBANG | BEWARA.CO.ID | Ribuan warga Desa Sawangan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, tampak bersemangat saat mengarak puluhan gunungan hasil bumi pada Sabtu pagi, (06/12/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi ruwat bumi, sebuah acara tahunan yang rutin dilakukan oleh warga masyarakat Desa Sawangan tentunya sebagai bentuk rasa syukur.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Sawangan, Rudiyanto, menjelaskan bahwa ruwat bumi adalah ekspresi syukur masyarakat kepada Tuhan atas hasil panen yang mereka peroleh. Tradisi ini juga dimaknai sebagai doa bersama agar sektor pertanian di desa terus diberkahi dan dijauhkan dari segala hambatan.

“Kami gelar kegiatan ini tentunya sebagai bentuk rasa syukur warga masyarakat kami terhadap hasil panen tentunya di Desa Sawangan,” ujar Rudi.

Ket Foto : Istimewa

Sementara itu, dalam kegiatan ini juga tak hanya kirab gunungan saja, namun Kepala desa juga mengundang seni tradisional sisingan yang di persiapkan oleh kepala Desa serta panitia lainnya,

Sementara itu, gunungan ini diyakini membawa berkah. Siapa pun yang berhasil mendapatkan bagiannya dipercaya akan memperoleh rezeki dan keberuntungan.

Selain kirab gunungan, rangkaian acara ruwat bumi juga mencakup berbagai kegiatan, seperti halnya pentas seni, pagelaran wayang golek serta yang lainnnya. Hal ini tentunya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Subhana wata’ala atas hasil panen yang berlimpah.

Ridiyamto juga menambahkan bahwa, terkait pembangunan di wilayah Desa Sawangan ini tidak hanya terfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh aspek nonfisik seperti pelestarian budaya.

Ket Foto : Istimewa

“Kebudayaan memainkan peran vital karena menyangkut pelestarian nilai-nilai luhur, tradisi, seni, serta warisan masyarakat. Budaya adalah identitas dan sekaligus pondasi moral dalam proses pembangunan,” ungkap Rudiyanto.

Ia juga menyebut bahwa tradisi ruwat bumi menjadi bentuk penghormatan terhadap leluhur dan rasa terima kasih atas anugerah alam. Tradisi ini mencerminkan nilai solidaritas, keharmonisan, dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Melalui kegiatan seperti ini, ikatan sosial antarwarga semakin kuat, dan semangat gotong royong dalam membangun desa semakin tumbuh,” imbuhnya.

Selanjutnya, Kepala Desa Sawangan Rudiyanto juga berharap, ruwat bumi tak sekadar menjadi acara seremonial tahunan, melainkan menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan kelestarian lingkungan.

Ket Foto : Istimewa

“Tradisi ini adalah warisan yang mengajarkan kita pentingnya hidup selaras dengan alam dan menjaga nilai-nilai luhur dari para pendahulu,” jelasnya. (wan/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *