Satgas TMMD ke 115, Gandeng BPBD Kabupaten Subang, Untuk Mensosialisasikan Terkait Adanya Bencana Gempa Bumi

Ket Foto : Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Subang, Komara Nugraha, berikan Penyuluhan kepada Warga Desa Jalupang, terkait Kebencanaan, di Aula Desa Jalupang, Rabu (19/20/2022)

SUBANG | BEWARA.CO.ID | Dukung kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 115, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, gelar sosialisasi Gempa bumi dan juga tata cara evakuasi jika terjadai bencana alam Gempa Bumi di Desa Jalupang Kecamatan Kalijati Subang, di Aula Desa Jalupang, Rabu (19/10/2022).

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Subang, Komara Nugraha mengatakan bahwa, Gempa Bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari bawah permukaan secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi bahkan letusan gunung api.

Bacaan Lainnya

Tentunya gempa bumi juga bisa diartikan sebagai suatu peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

“Peristiwa berguncangnya bumi tersebut tentunya
disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, aktivitas
sesar (patahan), aktivitas gunungapi, atau runtuhan batuan,” ujar Komara.

Selanjutnya Komara juga menambahkan bahwa, jenis bencana ini bersifat merusak, dapat terjadi setiap saatdan berlangsung dalam waktu singkat. Gempa bumi dapat menghancurkan bangunan, jalan, jembatan, dan sebagainya dalam sekejap.

Adapun jenis gempa bumi berdasarkan kedalamannya terbagi menjadi tiga, yakni gempa bumi dalam, gempa bumi menengah, dan gempa bumi dangkal.

Sedangkan untuk Gempa Bumi Dalam adalah, gempa bumi yang hiposentrumnya (pusat gempa) lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi (di dalam kerak bumi). Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya.

Lalu kalo untuk Gempa Bumi Menengah adalah, gempa bumi yang hiposentrumnya berada di antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi. Gempa bumi ini umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarnnya lebih terasa.

Selanjutnya, gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.

Sementara, arti Sesar adalah patahan atau bidang rekahan yang disertai pergeseran relatif terhadap blok batuan lainnya. Sesar ini merupakan tempat terjadinya gempa bumi. Adapun Sesar Baribis merupakan sesar aktif yang membentang dari timur hingga barat Pulau Jawa. Sesar Baribis juga disebut-sebut sebagai sesar aktif terpanjang di Pulau Jawa.

Hal tersebut tentunya Sesar Lembang merupakan salah satu sesar aktif di Jawa Barat yang memiliki panjang ±29 km, sesar ini mampu menghasilkan gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6.5-7 (Daryono, 2016).

“Berdasarkan historis kegempaan, BMKG mencatat setidaknya 14 kali gempa telah terjadi di Sesar Lembang pada rentang tahun 2010-2012,” ungkap Komara.

Selanjutnya, Sesar Cimandiri merupakan sesar atau patahan geser aktif yang terletak di bagian barat dari provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sesar ini memanjang mulai dari muara Sungai Cimandiri di Pelabuhan ratu, Kabupaten Sukabumi, lalu mengarah ke timur laut melewati Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang, dimana sesar ini mengalami pertemuan dengan Sesar Lembang di wilayah Padalarang dan Sesar Baribis di Subang. Sebagai sesar aktif, sesar Cimandiri bergerak dengan kecepatan geser 4-6 mm per tahun.

Hal tersebut tentunya jikalau ada bencana gempa bumi tersebut, apabila berada di dalam rumah, Jangan panik dan berlarilah keluar, berlindunglah di bawah meja atau tempat tidur, jauhi rak buku, lemari dan kaca jendela, juga hati-hati terhadap langit-langit yang mungkin runtuh, benda-benda yang tergantung di dinding dan sebagainya

Dan apabila berada di luar ruangan, jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi dan sebagainya, usahakan mencapai daerah yang terbuka, dan juga jauhi rak-rak dan kaca jendela

“Lalu apabila sedang berada di dalam ruangan umum, jangan panik dan jangan berlari keluar karena kemungkinan dipenuhi orang, jauhi benda-benda yang mudah tergelincir seperti rak, lemari, kaca jendela, dan sebagainya,” tambah Komara.

Sementara itu apabila sedang mengendarai kendaraan, Komara juga menjelaskan bahwa, segera berhenti di tempat yang terbuka, jangan berhenti di atas jembatan atau di bawah jembatan layang/jembatan penyeberangan.

Sementara itu, untuk tips dan trik, yang bisa dilakukan apabila kita terjebak dalam situasi gempa bumi, dan apa yang harus kita lakukan adalah, bila sedang berada di pusat perbelanjaan, bioskop, dan lantai dasar mall, jangan menyebabkan kepanikan, ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam

“Bila sedang berada di dalam lift, jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Lebih baik menggunakan tangga darurat, jika anda merasakan getaran gempabumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol, dan jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia,” jelas Komara.

Selanjutnya Komara juga menambahkan bahwa, bila sedang berada di dalam kereta api, berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak, bersikap tenanglah dengan mengikuti penjelasan dari petugas kereta, dan salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan

“Sedangkan apabila anda sedang berada di gunung/pantai, ada kemungkinan lonsor terjadi dari atas gunung, maka dari itu menjauhlah langsung ke tempat aman, dan kalau sedang pesisir pantai, bahayanya tsunami bisa datang. Jika Anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi,” imbuh Komara.

Komara Berharap abapila mendengar Informasi saat gempa bumi terjadi, masyarakat jangan sampai terpukul kejiwaannya, dan untuk mencegah kepanikan tersebut, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar.

“Anda dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang. tentunya hal ini jangan bertindak karena informasi yang tidak jelas,” ujar Komara.

Selanjutnya, Komara pun menjelaskan bahwa, pascabencana, tetap waspaa terhadap gempa bumi susulan, ketika didalam bangunan atau ruangan, evakuasi diri anda setelah gempabumi tersebut berhenti perhatikan reruntuhan maupun benda-benda yang membahayakan pada saat evakuasi, dan jika di dalam rumah, tetap berada di bawah meja yang kuat, lalu periksa keberadaan api dan potensi terjadai bencana kebakaran, berdirilah di tempat terbuka jauh dari gedung dan instalasi listrik dan air, apabila di luar bangunan dengan tebing di sekeliling, hindari daerah yangb rawan longsor.

Selanjutnya, Komara juga mengatakan bahwa, dalam kegiatan TMMD ke 115 tahun 2022 ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, bahkan Dandim 0605/subang menekankan adanya optimalisasi kegiatan, seperti pembukaan jalan yg semula direncanakan 400 m menjadi 1000 m, perbaikan rutilahu yg semula 6 rumah menjadi 30 rumah, selain itu kegiatan non fisik memberikan pembekalan ilmu pengetahuan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan umum lainnya

“Khusus BPBD menekankan kesiapsiagaan dan pencegahan apabila timbul bencana diwilayah tersebut, melalui mitigasi bencana gempa bumi,” harap Komara

Selanjutnya, di lain waktu, Dan Satgas TMMD kw 115, Letkol Inf. Bambang Raditya melalui Dan SSK TMMD ke 115, Kapt. Alexgro Watulaga menyambut baik kegiatan penyuluhan terkait kebencanaan tersebut tentunya kegiatan tersebut salah satu program non fisik TMMD ke 115 di Desa Jalupang, sehingga MAsyarakat mengetahui spa yang harus dilakukan di saat ada bencana.

“Alhamdulillah Kamimerasa bangga dan senang dengan adanya kegiatan penyuluhan terkait bencana alamn dan salah satunya terkait gempa bumi, semoga warga masyarakat Desa Jalupang bisa mengerti apa yang di sampaikan dari pihak BPBD Kabupaten Subang terkait Kebencanaan,” jelas Kapt. Inf Alexgro Watulaga. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *