SUBANG | BEWARA.CO.ID | Sebanyak 16 tim Sekolah Sepak Bola atau SSB se-Kabupaten Subang ikuti turnamen sepak bola U 10 dan U 12 Tunas Mahanta CUP 2025 yang digelar dilapangan Sepak Bola Boreas Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati Subang, Minggu, (31/08/2025).
Sementara itu, turnamen sepak bola antar SSB se-Kabupaten Subang ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi antar Sekolab Sepak Bola (SSB), serta dalam rangka promosi SSB Tunas Mahanta di lingkungan Dusun Boreas Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati Subang.
Ketua Panitia kegiatan, Dedi Dasmoy saat ditemui bewara.co.id, mengatakan bahwa, turnamen sepak bola ini sebagai salah satu ajang talisilaturahmi antar SSB, sekaligus sebagai sarana promosi SSB Tunas Mahanta.

“Kami gelar kegiatan ini sebagai salah satu bentuk silaturahmi antar sekolah SSB,” ujar Dedi.
Hal ini, Dedi juga menambahkan bahwa, turnamen Tunas Mahanta CUP 2025 ini, turnamen ini untuk memperkenalkan dan membangkitkan semangat bermain bola pada anak usia dini, dan menjadi wadah menemukan talenta baru untuk menjadi pemain sepak bola profesional.
“Dengan harapan ke depan akan menjadi aset yang bagus untuk bisa berkiprah sampai pada jenjang yang lebih tinggi. kami berharap anak-anak ini suatu hari bisa memperkuat tim sepakbola kebanggaan nya,” ungkap Dedi.

Sementara itu, Dedi juga berpesan kepada seluruh tim yang mengikuti turnamen, untuk menjaga sportivitas dan menampilkan permainan terbaiknya.
“Jadi, silakan anak-anak menunjukkan skill, dan bermain dengan baik. Tapi ingat bahwa olahraga itu menciptakan persaudaraan, bukan berkelahi di lapangan,” jelasnya.

sementara itu, Ketua SSB Tunas Mahanta, Wahyu mengatakan bahwa, turnamen sepak bola antar SSB se-Kabupaten Subang ini, untuk memperkenalkan SSB Tunas Mahanta kepada semua SSB di Kabupaten Subang hal ini tentunya untuk mencari bibit pemain sepak bola di usaia dini.
“Tujuan kami gelar turnamen Sepak Bola Tunas Mahanta CUP 2025 ini, untuk mencari bibit pemain sepak bola sejak usia dini, serta meningkatkan minat olah raga sepak bola diusia dini,” jelas Wahyu.

Selanjutnya Wahyu juga berharap dukungan dari pihak pemerintah baik dari lingkungan Desa atau sekalipun pemerintah daerah, sehingga dengan adanya SSB bisa memperhatikan usia dini, karena dari pembinaan usia dini akan lahir pemain-pemain berbakat. (wan/red).





