BANDUNG BARAT | BEWARA.CO.ID | Pada momentum tahun baru Islam 1445 Hijriyah kali ini, Roni Dahroni yang merupakan salah satu Tokoh Muda di Kabupaten Bandung Barat melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Khitanan di wilayah Desa Sukahaji Kec. Cipeundeuy (19/7/2023).
Sementara, kegiatan tersebut dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu, tentunya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
“Alhamdulilläh, baksos khitan ini sudah kami lakukan sejak 5 (lima) tahun yang lalu,” ujarnya.
Roni yang diketahui maju menjadi Bakal Calon Anggota DPRD KBB ini menyanggah anggapan bahwa kegiatannya berbau kepentingan politik Pemilu 2024.
“Ya, kalau ada anggapan demikian sih wajar. Apalagi sekarang sudah masuk tahun politik,” ungkap pria yang mulai dikenal dengan nama pena USROD ini menegaskan bahwa apa yang dia lakukan saat ini bukan sesuatu yang dadakan karena ada kepentingan politik sesaat.
“Nggak lah, masak dadakan-dadakan. Silakan dinilai saja lewat jejak-jejak digital terutama,” sanggahnya sambil tersenyum renyah.
Di sisi lain, anggapan bahwa baksos yang dia lakukan sarat kepentingan politik memang tidak bisa dihindari. Roni memberikan jawaban ringan ketika terus didesak perihal anggapan tersebut.
“Kalaupun ada pihak yang mengopinikan demikian ya sah-sah saja. Apalagi memang faktanya saya pun menjadi Bacaleg saat ini. Jadi, anggapan demikian tidak menggangu sama sekali, aminkan saja,” jawabnya santai.
Roni pun tak menampik jika di lapangan dirinya seringkali bertemu dengan opini nyinyir atas kiprahnya mendekati pesta demokrasi lima tahunan.
“Saya kira siapapun punya hak untuk berkomentar apapun pada siapapun. Tinggal bagaimana kita menyikapinya, positif atau negatif,” ungkap Roni tenang.
Ada 2 (dua) pengantin khitan yang menjadi penerima manfaat baksos kali ini. Keluarga mereka sangat senang dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Roni pun menambahkan bahwa kegiatannya merupakan kolaborasi dengan sesama penggiat sosial.
“Saya kan menggelar baksos ini selaku penggagas Komunitas Wok Wek Wak yang fokus pada bidang kepedulian sosial. Lalu bekerja sama dengan Forum Peduli Cipeundeuy (FPC) yang memilki program dan semangat sejenis. Apalagi saya pun pengurus FPC, ” ucapnya.
Ia juga merasa senang jika banyak pihak yang bisa berkolaborasi dalam memberikan manfaat sekecil apapun bagi masyarakat.
Karena menurutnya, politik pun sejatinya harus digunakan untuk mempermudah serta memperbanyak manfaat yang bisa dipersembahkan kepada masyarakat.
“Seandainya apa yang kami lakukan berimbas pada dukungan politik, ya alhamdulillah. Itu bonus. Yang penting kami fokus pada misi memberikan manfaat kepada masyarakat,” imbuhnya.
Ketika dimintai penjelasan mengenai jumlah pengantin khitan yang hanya 2 (dua) anak, Roni menyampaikan bahwa memang kegiatan tersebut tidak mensyaratkan jumlah yang banyak. Bahkan, ketika hanya ada 1 (satu) permintaan pun akan dilayani selama waktu dan kesempatan di tim kesehatannya ada.
Disinggung mengenai banyaknya politisi dadakan yang mulai meraih simpati masyarakat termasuk dengan memberikan beragam bantun, aktivis Karang Taruna ini pun menanggapinya dengan biasa saja.
“Bagus dong, semakin banyak yang peduli kepada masyarakat. Meskipun musiman, ya kita syukuri saja,” tukasnya sambil tersenyum simpul.
Baginya, dengan semakin banyaknya politisi dadakan maka semakin menambah referensi bagi masyarakat untuk menakar pilihan di Pemilu 14 Februari 2024 mendatang.
“Pokoknya, saya mengajak semua kita untuk menyikapi fenomena apapun secara positif. Jalan-jalan ke Pulau Bali, Ongkosnya dana CSR. Mari kawan kita peduli, supaya manfaat makin menyebar,” pungkasnya. (Red)





