SUBANG | BEWARA.CO.ID | Kisah pilu dirasakan sepasang suami istri (pasutri) berprofesi sebagai pemulung, Jaya (60) dan Ecih (40). Di masa tuanya, mereka terpaksa harus hidup dengan kondisi yang sangat mengiris hati.
Mereka tidur di gubuk reyot dan bocor, serta beralaskan karpet butut di antara tumpukan sampah hasil dipungutnya setiap hari, sehingga mereka merasakan dingin menusuk tulang di saat matahari terbenam.
Kondisinya yang sudah tua dan juga sakit, tak membuat semangat mereka luntur ditelan usia dan penyakit. Kisah pilu mereka sampai ke telinga Kapolsek Pabuaran Polres Subang Iptu Udin Awaludin S.H.
Ia bersama sejumlah personelnya sigap mendatangi kakek Jaya dan nenek Ecih yang tinggal gubuk reyot di daerah Desa Karanghegar, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang.
Kakek Jaya dan Nenek Ecih pun kaget karena tiba-tiba saja didatangi polisi. Polisi tidak hanya menjenguk Jaya dan Ecih, tapi juga memberikan bantuan sosial (baksos) untuk meringankan beban kehidupan mereka.
Sementara, IPTU Udin Awaludin juga bersama Kanit Binmas Polsek Pabuaran dan Bhabinkamtibmas Desa Karanghegar mendatangi langsung Jaya dan Ecih yang hidupnya dalam kondisi memperihatinkan.
Kegiatan tersebut tentunya atas arahan dan petunjuk dari Kapolres Subang AKBP Sumarni yang ingin polisi peduli terhadap masyarakat.
“Kami sedikit memberikan bantuan kepada mereka untuk meringankan beban hidup sekaligus memotivasi mereka akan tetap semangat dalam menjalani hidup di usianya yang senja,” ungkapnya.
Selanjutnya, IPTU Udin Awaludin juga menambahkan bahwa, bantuan yang diberikannya tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat agar masyarakat merasakan akan kehadiran dari polisi.
“Ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap warga masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Semoga dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,” jelas IPTU Udin Awludin. (Wan/Red)





