Bentuk Kepedulian Terhadap Masyarkat, RAMPES Bangun Rumah Tidak Layak Huni Milik Nenek Karmi

Ket Foto : Pembongkaran Rutilahu Rumah Milik Nenek Karmi, di Dusun Rancabango RT. 027/007 Desa Sukamulya Kecamatan Pagaden Subang, Minggu (2/10/2022)

SUBANG | BEWARA.CO.ID | Hidup mempunyai rumah tak layak huni, Nenek Karmi (70), warga Dusun Rancabango RT. 27/007 Desa Sukamulya Kecamatan Pagaden Subang, di bangunkan rumah layak huni oleh Riungan Masyarakat Peduli Desa Sukamulya (Rampes), Minggu (2/10/2022).

Sementara sebelumnya, rumah milik Nenek Karmi tersebut ambruk karena usang di makan usia, tembok rumahnya tersebut ambruk dan tentunya masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut, berinisiasi untuk mengadakan penggalangan dana untuk membantu Nenek Karmi.

Bacaan Lainnya

Ketua Rampes Beni mengatakan bahwa, sebelumnya memang ada salah satu anggota Rampes yang memberikan informasi bahwa, rumah nenek Karmi ambruk karena usang di makan usia.

“Setelah melakukan rempugan bersama anggota kita, dan kita pun berinisiatif untuk mencari dana sumbangan kepada para donatur untuk pembangunan rumah nenek Karmi, dan setelah beberapa pekan, alhamdulilah sementara kita kumpulkan dana sebesar Rp. 2.800.000, tentunya ini atas bentuk kepedulian terhadap sesama,” ujar Beni.

Selanjutnya, Beni juga menambahkan bahwa, kegiatan pembongkaan rutilahu milik nenek Karmi ini atas dasar bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama terhadap masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

“Saya secara pribadi dan juga dari Rampes, merasa sedih, nenek Karmi yang hidup sebatangkara, walau mempunyai rumah, akan tetapi memang sangat tidak layak untuk di huni, maka dari itu, saya ucapkan terimakasih kepada seluruh donatur dan juga para anggota Rampes, yang telah memberikan rezeki nya untuk nenek Karmi,” jelas Beni.

Sementara, Nenek Karmi saat di temui di Kediaman nya, merasa bangga dan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu pembangunan rumahnya.

“Saya merasa bangga, dan tentunya saya ucapkan terimakasih, kepada pa Beni bersama yang lainnya yng telah membangunkan rumah saya,” ungkap Nenek Karmi sambil berkaca-kaca.

Sementara itu, Nenek Karmi yang hidup sebatangkara, dan untuk kehidupan sehari-hari saja nenek Karmi kerja serabutan, sedangkan untuk makan juga pemberian dari tetangga dan saudaranya. (Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *