SUBANG | BEWARA.CO.ID | UPTD PPA Subang menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi pencegahan paham radikal dan terorisme yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) dan berkolaborasi dengan Satgaswil Jawa Barat (Idensos Densus AT 88) di SMP Negeri 4 Patokbeusi Subang, Senin (13/07/2026).
Dalam pemaparannya, Kepala UPTD PPA Subang, Ade menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membawa masyarakat hidup di dua ruang sekaligus, yakni ruang nyata dan ruang digital.
Menurutnya, kemajuan teknologi memang membuka banyak peluang positif, namun juga dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyebarkan propaganda, termasuk narasi intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme.
“Media sosial dan game online saat ini menjadi salah satu kanal yang kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan paham intoleransi, radikalisme, hingga ekstremisme yang menyasar anak-anak dan remaja. Karena itu, penguatan literasi digital dan pengawasan aktivitas digital peserta didik menjadi sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Saggas wil Idensos Densus 88 AT, Bripka Agung Cahyo menambahkan bahwa, peran guru, sekolah, dan keluarga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, serta inklusif bagi perkembangan peserta didik.
Hal ini menutut Agung, guru BK dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan siswa dan dapat mengenali perubahan perilaku yang berpotensi menjadi indikator awal adanya paparan konten negatif.
Pantauan bewara.co.id Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan interaktif.
Bahkan para siswa pun menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi berlangsung serta berkomitmen memperkuat peran sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari pengaruh radikalisme dan terorisme. (wan/red).





