UPTD PPA Subang Gelar Sosialisasi Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme serta Stop Bullying/Perundangan dan Bahaya Gadged

Ket Foto : Istimaewa

SUBANG | BEWARA.CO.ID | Ratusan siswa SMP Negeri 1 Ciasem ikuti Sosialisasi Pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan Terorisme serta Stop Bullying/perundangan dan bahaya gadged yang disampaikan UPTD PPA Subang bersama Satgaswil Idensos Densus 88 AT yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Ciasem Subang, Selasa, (14/07/2026).

Dalam sambutannya, Kepala UPTD PPA Subang Ade, mengingatkan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital.

Bacaan Lainnya

“Situasi keamanan yang kondusif merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah dan nasional. Tanpa stabilitas sosial pada generasi muda, mustahil kita dapat fokus membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Ade.

Ket Foto : Istimewa

Menurutnya, tingginya penggunaan internet di Indonesia harus disikapi secara bijak. Selain memberikan manfaat besar dalam dunia pendidikan, ruang digital juga berpotensi menjadi media penyebaran paham radikal, propaganda kekerasan, hingga berbagai konten negatif yang dapat memengaruhi pola pikir generasi muda.

Pantauan bewara.co.id dilokasi, ratusan pelajar tersebut tampak serius menyimak pemaparan yang disampaikan narasumber, bahkan tidak sedikit pelajar yang mencatat poin-poin penting terkait cara mengenali ciri-ciri radikalisme, bahaya perundungan, serta langkah yang dapat dilakukan apabila menemukan indikasi penyimpangan di lingkungan sekolah maupun media sosial.

Hal tersebut, Kepala UPTD PPA Subang pun berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada peserta sehingga mampu menjadi agen edukasi di sekolah ini.

Ket Foto : Istimewa

Sementara itu, Tim Idensos Satgaswil Jabar Densus 88 AT, Agung Cahyo juga mengajak seluruh pelajar untuk memanfaatkan kesempatan ini, tentunya untuk menambah wawasan dan memperkuat komitmen menjaga lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta bebas dari pengaruh radikalisme maupun perundungan.

Melalui kegiatan ini, saya diharapkan para siswa ini tidak hanya memahami berbagai bentuk ancaman sosial yang berkembang di era digital, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang toleran, inklusif, dan berkarakter. (wan/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *