Karena Tidak Adanya Rambu lalu Lintas, Pengguna Jalan Mengeluhkan, Sering Terjadinya Kecelakaan

Ket Foto : Jembatan Tol Cipali Di Jalan Raya Kalijati Purwadadi

SUBANG | BEWARA.CO.ID | Tidak adanya rambu-rambu lalu lintas di jalur provimsi, yang tepatnya di Jalan Raya kalijati – Purwadadi Kabupaten Subang banyak di keluhkan warga masyarakat pengguna jalan.

Hal tersebut tentunya tepatnya di jembatan Tol Cipali perbatasan antara Kalijati dengan Purwadadi, dikala malam hari tidak ada rambu atau petunjuk sehingga seringnya terjadi kecelakaan, bahkan tiga orang pengguna jalan pun menjadi korban akibat tidak adanya rambu atau tanda di jembatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Tatang salah satu warga Purwadadi yang setiap hari melewati jalur tersebut mengeluhkan hal tersebut terhadap pihak pengelola Jalan Tol Cipali yang tidak memprioritaskan keselamatan warga masyarakat atau pun pengguna jalan.

Ket Foto : Istimewa

“Saya sih sangat menyayangkan hal ini, bahkan sering banget kejadian kecelakaan, dan mayoritas mereka tidak bisa melihat pembatas tengah jalan dikala malam hari,” ujar Tatang.

Tatang juga menambahkan, dikala hujan kondisi jalan pun licin apalagi dikala malam hari bahkan kondisi jalan pun berlobang.

“Saya memang tida mengerti, siapakah yang bertanggung jawab terhadap hal tersebut, akan tetapi memang harus di prioritaskan, bahkan sudah tiga orang jadi korban dikarenakan tidak adanya rambu-rambu di jembatan ini,” ungkap Tatang.

Ia juga menjelaskan, menurutnya bukan hanya di lokasi jembatan saja, namun di gerbang Tol Kalijati dari arah Purwadadi pun kondisi nya sangat menghawatirkan, jalan berlobang, bahkan kedalaman lobang nya pun cukup lumayan dalam juga, dan genangan air pun menutupi lobang tersebut.

Ket Foto : Kondisi Jalan di Gerbang Tol Kalijati dari Arah Purwadadi menuju Kalijati

“Digerbang Tol Kalijati saja saya sudah beberapakali hampir terjadi kecelakaan, bahkan lampumerah pun mati total, bahkan sudah tahunan lampu tersebut mati, yang saya harapkan pihak pengelola TOL Cipali melalui Astra dapat memperhatikan nya, apakah mau menunggu korban selanjutnya?, tentunya pihak pemerintah melalui Dinas Perhubungan pun seharus nya melihat kondisi seperti itu,” jelas Tatang. (Wan/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *