SUBANG | BEWARA.CO.ID | Pemdes Jalupang gelar Hari Krida Tani atau di sebut dengan ruwat bumi yang di ikuti sebanyak 7 (tujuh) RW se-Desa Jalupang Kecamatan Kalijati Subang, Sabtu, (31/08/2024).
Hari krida tani atau ruwat bumi tersebut adalah sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil panen yang berlimpah khususnya di Wilayah Desa Jalupang Kecamatan Kalijati Subang.
Hal ini, Kepala Desa Jalupang, Adi Karta bahkan turut mengikuti iring-iringan pawai bersama seluruh warga masyarakat Desa Jalupang Kecamatan Kalijati Subang.

“Kegiatan yang kami gelar ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Subhana Wata’ala atas hasil panen, sehingga hal ini seluruh warga masyarakat di Desa Kami begitu antusias mengikuti pesta rakyat ruwat bumi ini,” ujar Adi Karta.
Pantauan bewara.co.id, ribuan warga Desa Jalupang dari setiap RW, Dusun pun begitu meriah dalam mengikuti pawai alegoris dengan iring-iringan dengan membawwa hasil bumi.
Sementara itu, Forkopimcam Kalijati, yang dipimpin Camat Kalijati, Tri Utami, Kapolsek Kalijati, AKP Teguh Sujito dan juga Danramil 0503/Kalijati, Kapt. Inf. Alexgro Watulaga yang turut hadir dalam kegiatan ruawat bumi di Desa Jalupang tersebut.

Sementara itu, ngaruwat Bumi berasal dari kata rawat atau ngarawat (Sunda), yang artinya mengumpulkan atau memelihara.
Secara umum kata tersebut memiliki makna mengumpulkan seluruh anggota masyarakat dan mengumpulkan seluruh hasil bumi, baik bahan mentah, setengah jadi, maupun yang sudah jadi/matang.
“Tujuan dari upacara ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME, sebagai upaya menolak bala (dulu sewaktu ada bencana alam) serta ungkapan penghormatan kepada leluhur,” ujar Kepala Desa Jalupang Adi Karta, saat di temui bewara.co.id usai kegiatan, Sabtu siang, (31/08/2024).

Sementara, ngaruwat bumi yang merupakan tradisi tahunan masyarakat Desa Jalupang ini, tentunya hingga saat ini masih tetap dilaksanakan.
“Ngaruwat Bumi ini sebagai peninggalan leluhur kami sejak dulu, maka dari itu kami gelar setiap tahunnya,” ungkap Adi Karta.

Selanjutnya, dalam peringatan Ngaruwat Bumi tersebut, Pemdes Jalupang dengan para tokoh masyarakat juga melakukan kegiatan Ijab Rasul, hal ini tentunya merupakan upacara khusus yang dilakukan oleh sesepuh yang dihadiri oleh penduduk Desa Jalupang, dan merupakan penutup upacara tuwatan bumi.
Sedangkan tujuan Ijab Rasul yakni ungkapan rasa terimakasih kepada Tuhan YME dan pada para leluhur bahwa upacara telah berjalan dengan lancar tidak kurang suatu apa pun.

Selanjutnya, dalam kegiatan Ruwat Bumi tersebut, Pemdes Jalupang juga menggelar Pagelaran Wayang Golek. dengan dalang Kondang dari Bandung, yaitu Dalang Yogaswara S. Sunarya dari Giri Harja 3 Putra, hal ini tentunya merupakan acara hiburan yang dilaksanakan usai kegiatan pokok Ngaruwat Bumi tersebut. (wan/red).





