Sepakbola

Kiper FC Andorra Jesus Owono Dihujat Usai Jesus de Miguel Meninggal Dunia

Kiper FC Andorra Jesus Owono dihujat setelah insiden benturan yang berujung pada meninggalnya Jesus de Miguel Alameda.

Kiper FC Andorra Jesus Owono Dihujat Usai Jesus de Miguel Meninggal Dunia

Kiper FC Andorra, Jesus Owono, menjadi sasaran hujatan di media sosial setelah terlibat benturan dengan penyerang CD Tenerife, Jesus de Miguel Alameda, yang meninggal dunia pada Selasa (3/11/2026).

Penjaga gawang asal Guinea Ekuatorial tersebut dilaporkan menonaktifkan akun Instagram miliknya setelah menerima banyak komentar bernada kebencian terkait insiden dalam pertandingan kasta kedua Liga Spanyol.

Owono juga mendapat teriakan bernada tuduhan dari sejumlah penonton ketika meninggalkan lapangan. Situasi tersebut terjadi setelah benturan keras dengan De Miguel dalam pertandingan Tenerife melawan FC Andorra pada Senin (2/11/2026) waktu setempat.

Insiden itu berujung pada meninggalnya De Miguel setelah sempat mendapatkan penanganan medis darurat dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Jesus Owono dihujat hingga mendapat ancaman

Hujatan terhadap Jesus Owono bermula ketika pertandingan Tenerife melawan Andorra memasuki masa tambahan waktu babak kedua.

Dalam sebuah serangan, De Miguel berusaha mengejar bola panjang yang mengarah ke pertahanan Andorra. Owono kemudian keluar dari area gawang untuk menghalau bola tersebut.

Keduanya bertabrakan ketika berusaha menjangkau bola. Benturan keras mengenai bagian dada De Miguel hingga penyerang Tenerife itu terjatuh dan kehilangan kesadaran.

Wasit langsung mengeluarkan kartu merah kepada Owono, sementara petugas medis bergegas memberikan pertolongan kepada De Miguel yang mengalami henti jantung.

Ketika meninggalkan lapangan, Owono mendapat teriakan yang menyebutnya sebagai pembunuh dari sebagian penonton di Stadion Heliodoro Rodríguez López.

Serangan verbal tersebut kemudian berlanjut di media sosial. Berbagai komentar ofensif dan ancaman memenuhi akun milik sang penjaga gawang. Situasi itu membuat Owono memilih menonaktifkan Instagram.

Jesus Owono menangis dan berdoa di ruang ganti

Di tengah banyaknya hujatan yang diterimanya, Jesus Owono dilaporkan mengalami tekanan emosional setelah mengetahui kondisi De Miguel.

Penjaga gawang FC Andorra itu terlihat menangis dan berdoa di ruang ganti seusai pertandingan. Ia juga terus mengikuti perkembangan kondisi De Miguel melalui pihak klub.

Direktur olahraga FC Andorra, Jaume Nogués, bersama anggota tim medis klub tetap berkomunikasi dengan pihak Tenerife untuk memperoleh informasi mengenai kondisi sang penyerang.

Owono turut memantau perkembangan tersebut selama perjalanan pulang rombongan Andorra dari Tenerife.

Orang-orang terdekat Owono menegaskan bahwa sang kiper tidak memiliki niat untuk mencederai De Miguel ketika berusaha menghalau bola.

Sebelum kabar meninggalnya De Miguel diumumkan, Owono bahkan berencana menghubungi sang pemain dan keluarganya secara pribadi untuk menyampaikan permintaan maaf, memberikan dukungan, serta menawarkan bantuan yang diperlukan. Namun, rencana tersebut berubah setelah De Miguel dinyatakan meninggal dunia pada Selasa pagi.

Pemain lain ikut menjadi korban hujatan akibat salah identitas

Gelombang hujatan setelah kematian Jesus de Miguel ternyata tidak hanya menyasar Jesus Owono.

Michel Owono, pemain CF Can Vidalet, juga menerima pesan kebencian, ancaman, dan hinaan rasial akibat kesalahan identitas. Sejumlah pengguna media sosial mengira Michel Owono merupakan penjaga gawang FC Andorra yang terlibat dalam benturan dengan De Miguel.

Kesamaan nama belakang menjadi penyebab pemain tersebut ikut menjadi sasaran serangan.

Melalui akun media sosialnya pada Selasa (3/11/2026), Michel menegaskan bahwa dirinya bukan Jesus Owono dan sama sekali tidak terlibat dalam insiden tersebut.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga De Miguel sebelum mengecam tindakan rasisme, ancaman, dan penghinaan yang diterimanya. Michel menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi sarana untuk mempersatukan masyarakat, bukan tempat menyebarkan kebencian dan diskriminasi.

Kematian Jesus de Miguel dalam penyelidikan

Sementara hujatan terhadap Owono terus menjadi perhatian, otoritas Spanyol membuka penyelidikan untuk memastikan keadaan yang menyebabkan meninggalnya Jesus de Miguel.

Pemain Tenerife tersebut dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 3 November 2026, pukul 08.00 waktu setempat, sehari setelah mengalami benturan dalam pertandingan melawan FC Andorra.

Kepolisian Spanyol melakukan pemeriksaan atas insiden tersebut. Namun, pembukaan penyelidikan tidak berarti Owono telah dinyatakan melakukan tindak pidana.

Kepala Kejaksaan Santa Cruz de Tenerife, José Luis Sánchez-Jáuregui, menyampaikan bahwa proses pidana akan sulit dilakukan karena benturan terjadi dalam situasi pertandingan sepak bola.

Sementara itu, aspek disiplin olahraga masih memerlukan pemeriksaan untuk menentukan konsekuensi dari tindakan Owono di lapangan. Penilaian tersebut mencakup apakah tindakan sang penjaga gawang merupakan pelanggaran berbahaya atau bagian dari perebutan bola dalam pertandingan.

Hingga perkembangan yang dilaporkan pada 3 November 2026, belum ada keputusan akhir yang menetapkan tanggung jawab pidana Owono atas meninggalnya De Miguel.

FC Andorra sampaikan belasungkawa

FC Andorra turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Jesus de Miguel Alameda.

Klub menyatakan kesedihan mendalam dan memberikan dukungan kepada keluarga korban, rekan setim, serta seluruh keluarga besar CD Tenerife.

Kematian De Miguel pada usia 30 tahun meninggalkan duka bagi sepak bola Spanyol. Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) menunda pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, sementara UEFA mengumumkan penghormatan berupa mengheningkan cipta sebelum pertandingan kompetisi Eropa sepanjang pekan tersebut.

Di tengah suasana berkabung, Jesus Owono masih menghadapi dampak emosional dari insiden di lapangan serta serangan yang diterimanya melalui media sosial.

Meski menjadi pemain yang terlibat langsung dalam benturan tersebut, penentuan tanggung jawab atas kejadian itu tetap memerlukan proses pemeriksaan sesuai ketentuan hukum dan disiplin sepak bola yang berlaku.