Melihat Kemeriahan Ruwat Bumi di Desa Kaliangsana

Ket Foto : Arak-arakan Kendaraan membawa Hasil Bumi dalam kegiatan Ruwat Bumi (Hari Krida Tani) Desa Kaliangsana, Jumat (27/10/2023)

SUBANG | BEWARA.CO.ID | Dalam rangka peringatan Hari Krida Tani atau Ruwat Bumi, Pemdes Kaliangsana gelar pawai alegoris hasil bumi yang di ikuti seluruh warga masyarakat Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang, Jumat (27/10/2023).

Kegiatan Pawai alegoris tersebut terlihat meriah, bahkan seluruh Dusun dan juga RW mengikuti jalannya pawai alegoris dengan membawa berbagai macam hasil bumi ke Lapang Sepak Bola Dusun Boreas Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang.

Bacaan Lainnya
Ket Foto : Istimewa

Pantauan bewara.co.id di lokasi, kemeriahan kegiatan tersebut bahkan terlihat ramai, dan juga para Ketua RW dari Mulai RW 01 sampai RW 04, mambawa warga masyarakat dengan berbagai hasil bumi serta penampilan budaya seni seperti tutunggulan dan yang lainnya.

Bahkan kegiatan tersebut di hadiri langsung Camat Kalijati, Tri Utami, Kapolsek Kalijati IPTU Udin Awaludin serta perwakilan Koramil 0503/Kalijati dan juga seluruh staf Kecamatan Kalijati serta para perwakilan Perusahaan yang ada di Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang.

Ket Foto : Istimewa

Sementara itu, ngaruwat Bumi berasal dari kata rawat atau ngarawat (Sunda), yang artinya mengumpulkan atau memelihara.

Secara umum kata tersebut memiliki makna mengumpulkan seluruh anggota masyarakat dan mengumpulkan seluruh hasil bumi, baik bahan mentah, setengah jadi, maupun yang sudah jadi/matang.

Ket Foto : Istimewa

“Tujuan dari upacara ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME, sebagai upaya menolak bala (dulu sewaktu ada bencana alam) serta ungkapan penghormatan kepada leluhur,” ujar Kepala Desa Kaliangsana Usnari saat di temui bewara.co.id usai kegiatan, Jumat (27/10/2023).

Sementara, Ngaruwat Bumi yang merupakan tradisi tahunan masyarakat Desa Kaliangsana yang hingga saat ini masih tetap dilaksanakan.

Ket foto : Istimewa

“Ngaruwat Bumi ini sebagai peninggalan leluhur kami sejak dulu, maka dari itu kami gelar setiap tahunnya,” ungkap Usnari.

Selanjutnya, dalam peringatan Ngaruwat Bumi tersebut, Pemdes Kalinagsana dengan para tokoh masyarakat Desa Kaliangsana juga melakukan kegiatan Ijab Rasul, hal ini tentunya merupakan upacara khusus yang dilakukan oleh sesepuh yang dihadiri oleh penduduk Desa Kalinagsana, dan merupakan penutup Upacara Ruwatan Bumi.

Ket Foto : Istimewa

Sedangkan tujuan Ijab Rasul yakni ungkapan rasa terimakasih kepada Tuhan YME dan pada para leluhur bahwa upacara telah berjalan dengan lancar tidak kurang suatu apa pun.

Selanjutnya, dalam kegiatan Ruwat Bumi tersebut, Pemdes Kaliangsana juga menggelar Pagelaran Wayang Golek. dengan dalang Kondang dari Bandung, yaitu Dalang Yogaswara S. Sunarya dari Giri Harja 3 Putra, hal ini tentunya merupakan acara hiburan yang dilaksanakan usai kegiatan pokok Ngaruwat Bumi tersebut.

Ket Foto : Istimewa

Kali ini penampilan wayang golek dari Group Seni Wayang Golek Giri Harja 3 Putra Bandung, yang sudah sangat dikenal masyarakat setempat maupun masyarakat Jawa Barat pada umumnya. (Wan/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *