SUBANG | BEWARA.CO.ID | Berawal bahagia akan mendapatkan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM), Orang tua SD Negeri tak terima hanya mendapatkan haknya 50 persen.
Hal tersebut tentunnya diduga ada oknum Kepala Sekolah (Kepsek), di salah satu sekolah di Kecamatan Patokbesi Kabupaten Subang, yang menginginkan dana bantuan tersebut di bagi dua dengan oknum kepala Sekolah tersebut.
Sementara sekolah tersebut adalah, SDN Rancabango Kecamatan Patokbeusi, diduga akan sunat dana Bantuan Siswa Miskin (BSM), pasalnya dari jumlah 80 siswa penerima bantuan seharusnya akan menerima sebesar Rp. 450 ribu,
Sementara itu, puluhan orang Tua siawa pun gerang, dengan adanya pemotongan dana bantuan tersebut yang awal nya 450 ribu rupiah, namun ada informasi lagi bahwa, dana yang di terima tersebut sebesar 225 ribu rupiah.
Perlu diketahui, program Bantuan Siswa Miskin (BSM) adalah bantuan yang diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu untuk dapat melakukan kegiatan belajar di sekolah.
Sementara bantuan tersebut tentunya memberikan peluang bagi siswa untuk mengikuti pendidikan di level yang lebih tinggi dan program ini bertujuan agar siswa dari kalangan tidak mampu dapat terus melanjutkan pendidikan di sekolah.
Selain itu juga bertujuan untuk mengurangi jumlah siswa putus sekolah akibat permasalahan biaya pendidikan.
Namun sungguh sangat ironis sekali Maraknya pemotongan terhadap dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) menjadi permasalahan dan perbincangan di masyarakat dan seperti halnya yang terjadi di SDN Rancabango Kecamatan Patokbeusi Subang, Oknum kepala SDN Ranacbango, diduga akan memotong Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM), sebesar 50 persen.
Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya saat ditemui awak Media, menyesalkan terhadap sikap sekolah yang akan merencanakan memotong dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) tersebut.
“kalau di potong 225 ribu rupiah, apapun alasannya saya tidak setuju dan sangat keberatan dan kami para orang tua murid akan memohon kepada Komite Sekolah, untuk tidak terlalu memihak kepada Sekolah, karena sebenarnya dengan adanya pemotongan itu kami merasa keberatan,” ujar salah seorang Wali Murid, saat di temui Bewara.co.id. Sabtu (12/11/2022).
Sementara itu, saat dikonfirmasi ke pihak sekolah, salah satu guru menjelaskan bahwa saat itu kepala sekolah sedang ada kegiatan diluar, sehingga tidak bisa menemui saat awak media konfirmasi.
“Pa kepala sekolah sedang ada kegiatan diluar, sehingga tidak bisa menemui saat para awak media melakukan konfirmasi,” jelasnya.
Namun, Kepala sekolah SDN Rancabango, Ahmad Sarya saat dikonfirmasi lewat via telepon celuler, pada Kamis, 10 November 2022, dirinya menjawab enggan menemui, meskipun awak media memohon waktu beberapa menit saja.
“Saya sedang berada Pemda lagi kerja,” ucapnya melalui sambungan vi telpon celuler.
Masih kata kepala sekolah SDN Rancabango dirinya tidak tau terkait program BSM.
“Untuk lebih jelasnya silakan tanyakan ke para wali murid, prihal dana yang di kartu ATM silakan tanyakan langsung ke BRI cabang Patokbeusi,” jelasnya.
Awak Media kemudian mencoba untuk konfirmasi ke pihak BRI cabang Patokbeusi, akan tetapi menurut keterangan dari Security bahwa pak kepala unit nya lagi Ibadah umroh. Ucap Security, (11/11/2022).
Sampai berita ini dimuat, dana BSM yang di peruntukan buat 80 siswa di SDN Rancabango masih tersendat di BRI cabang Patokbeusi. (Pung/Red)





