Usai di Revitalisasi, Pedagang di Bahu Jalan Depan Alun Alun Subang, Mereka Siap Pindah Ke lokasi Yag Sudah Ditentukan

Ket Foto : Istimewa

SUBANG | BEWARA.CO.ID | Proses pengerjaan revitalisasi Alun-alun Subang masih berjalan. Revitalisasi Alun-alun yang menelan anggaran RP. 16 miliar dari Pemprov Jabar itu.

Sementara itu, alun-alun Kabupaten Subang tersebut tentunya, didesign untuk menciptakan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Salah satu tugas yang harus menjadi perhatian dari Pemda Subang untuk menciptakan ruang publik yang nyaman itu yakni penataan pedagang kaki lima, selain infrastruktur design yang menarik.

Pemda Subang harus bisa memastikan para pedagang diberikan tempat yang layak di area Alun-alun. Tak lagi berjualan di depan muka Alun-alun. Pemandangan pedagang berjejer di pinggir jalan semestinya sudah tak nampak lagi begitu revitalisasi alun-alun itu selesai.

Para pedagang kaki lima yang berada di ruas jalan Alun-Alun Subang mengaku siap jika mereka harus berpindah tempat dan berjualan di dalam alun-alun tersebut.

Sementara saat di temui bewara.co.id, penjual makanan ringan cilor Adim (50) mengatakan bahwa, saat ini dirinya sudah lebih 10 tahun berjualan di Alun-Alun Subang. Walaupun para PKL akan dipindahkan, Adim mengaku siap. Lantaran dirinya sudah memiliki surat izin untuk berjualan di dalam alun-alun.

“Saya sih mau-mau aja pindah, soalnya saya juga udah punya surat izin jualan dari Pemda Subang. Waktu itu kan yang jualan di sini didata sama Pemda terus kebetulan saya kepilih buat dipindahin ke sana,” ujarnya.

Hal tersebut tentunya, Adim juga menambahkan bahwa, mengenai omset, saat ini dirinya masih berjualan di ruas jalan alun-alun mengaku per hari dapat menghasilkan Rp. 200 ribu. Jika ia pindah berjualan di dalam alun-alun ia pun tak bisa memastikan omsetnya akan naik ataukah menurun.

“Kalau pindah ke dalam gak tau ya penghasilan saya bakal naik atau enggak. Tapi kayanya naik, soalnya kan pasti banyak banget pengunjung. Terus di luar juga gak boleh ada yang jualan, kemungkinan bisa kali sehari dapat Rp500 ribu,” ungkapnya.

Selanjutnya, Eli Aliyah (50) yang merupakan pemilik warung kopi di halaman Gedung Dakwah mengatakan, dirinya tidak tahu akan dipindahkan berjualan ke dalam atau akan tetap di halaman Gedung Dakwah.

“Kalau masalah pindah saya sih gak tau, soalnya saya belum dapet surat izin dari Pemda tapi yang lain sudah dapet. Terus juga saya kan jualan selama 20 tahun belum pernah jualan di luar, jadi gak tau ya saya bakal dipindahin apa terus jualan di sini,” ucapnya.

Sementara itu secara terpisah, Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Subang sepakat PKL yang saat ini berjualan di depan alun-alun diberikan tempat yang layak di dalam alun-alun.

Tak hanya PKL saja yang diberikan tempat, Kabid UMKM DKUPP Subang Dedeh Agustini Effendi mengusulkan gagasan soal penempatan pelaku UMKM unggulan di Subang. Dedeh berharap UMKM itu diberikan ruang di Alun-alun Subang.

“Kami ingin ada kios untuk para pelaku UMKM lokal yang ada di setiap kecamatan di Subang, setidaknya ada satu kios untuk menjual produk-produk unggulan khas Subang,” ungkap Kabid UMKM Dedeh Agustini Effendi.

Ia juga mengatakan bahwa, jika di dalam alun-alun ada kios UMKM setidaknya tamu yang berkunjung ke Pemda Subang bisa diarahkan terlebih dahulu untuk mengunjungi alun-alun dan membeli produk UMKM unggulan Subang.

Dengan begitu, pengunjung luar daerah tidak akan kesulitan membeli oleh-oleh khas Subang. Selama ini Subang selalu dikenal dengan buah nanasnya, padahal Subang itu memiliki produk unggulan lain selain nanas.

“Subang itu kan kaya akan alamnya ya jadi banyak sekali bahan baku yang bisa diolah dijadikan makanan atau apa selain nanas, seperti Pantura kan ada ikan yang bisa diolah dan dijadikan oleh-oleh. Sehingga adanya alun-alun ini pelaku UMKM dan perekonomian Subang juga ikut bangkit,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satpoldam Subang Indri Tandia mengatakan, soal penertiban pedagang dan parkir pihaknya butuh sinergitas dengan Disparpora, DKUPP dan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Kami kan tugasnya hanya penegak perda, kalau masalah penertiban kita butuh sinergitas tidak mungkin kita melakukannya sendiri,” ujar Indra Tandia saat ditemui bewara.co.id, di kantor Satpol PP Subang beberapa hari lalu.

Ia juga berharap, dengan adanya wajah baru Alun-alun Subang ini akan lebih tertata dan rapih. Masyarakat dan pedagang lain pun diharapakan lebih paham lagi akan tata tertib.

“Saya berharap Subang semakin tertata, aman dan indah, serta masyarakatnya tertib aturan. Ayo lah mari kita jaga dan rawat Alun-alun Subang,” pungkasnya. (Wan/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *