Usai Santap Super Bubur Kemasan Yang di Berikan Secara Gratis, Belasan Pelajar Dua SD di Desa Karangmukti Cipeundeuy Mengalami Keracunan

Ket Foto : Tim Kesehatan dari Dinas Kesehatan KAbupaten Subang, Memeriksa Super Bubur Kemasan yang mengakibatkan belasan Siswa SD keracunan massal, Jumat (4/11/2022)

SUBANG | BEWARA.CO.ID | Berawal dari promosi Super Bubur kemasan, yang di produksi oleh PT. Mayora dengan cara promo secara gratis untuk anak anak SD, ternyata mengisahkan rasa sedih, belasan pelajar dari Dua SD di Kecamatan Cipeundeuy Subang mengalami keracunan akibat mengkonsumsi bubur kemasan tersebut, Jumat (4/11/2022)

Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Kasidi, saat di hubungi melalui sambungan Via Whatsapp, mengatakan bahwa, sebelumnya ada promosi bubur instan dengan kemasan yang secara gratis di SD Negeri Buana mekar dan SD Negeri Ganda Mekar, yang beralamat di Kampung Ciomas Desa Karangmukti Kecamatan Cipeundeuy Subang, namun setelah beberapa menit, belasan anak mengalami muntah-muntah.

Bacaan Lainnya

“Sebelumnya kami mendapatkan informasi tersebut dari anggota kami, dan setelah itu, kami melakukan pengecekan di TKP, dan mendatangi belasan Anak Pelajar SD yang di bawa ke Puskesmas Cipeundeuy untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Kompol Kasidi.

Ket Foto : Istimewa

Sementara itu, Kompol Kasidi juga menambahkan bahwa, kejadian seperti ini diharapkan tidak terulang kembali, dan pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap dua orang, diantaranya Merketing seles PT. Cipta niaga semesta, yang melakukan promosi produk, Aam Alamsyah (30), warga dusun Neglasari RT 032/008 Desa Purwadadi Barat Kecamatan Purwadadi, dan Asep saepullah (29), warga Kampung Pasung RT 06/02 Desa Karanghegar, Pabuaran Subang.

“Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kami amankan dua orang, dan untuk barang bukti super bubur kemasan di serahkan ke pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Subang untuk di periksa lebih lanjut,” ungkap Kompol Kasidi.

Sementara itu, dari keseluruhan SDN yang siswanya makan bubur diantaranya, SDN Buana Mekar sebanyak, 150 siswa, SDN Ganda Mekar sebanyak, 100 Siswa, dan SD Ciomas sebanyak, 50 siswa namun yang keracunan diantaranya SD Negeri Buana Mekar 11 Orang siswa, dan SD Negeri Ganda Mekar sebanyak 7 Orang siswa.

Ket Foto : Istimewa

Sedangkan data anak atau Pelajar SD yang keracunan tersebut diantaranya,

1. Dimas , 10 tahun ,kelas 4 SD Buana mekar alamat Ciomas Desa Karangmukti
2. Albi , 13 tahun, SD Gandamekar ,alamat kp Ciomas RT 5/03 Desa Karangmukti
3. Jesica , 11 tahun , SD Ganda mekar , alamat Gandaria Desa Karangmukti
4. Yulia , 13 tahun, SD Buana mekar , alamat kp Ciomas Desa Karangmukti
5. Sultan , 10 tahun, SD Buana mekar , alamat kp Ciomas Desa Karangmukti
6. Fathan , 10 tahun , SDN Buana mekar , alamat kp Ciomas Desa Karangmukti
7. Revita , 11 tahun,SDN Buana, Ardian mekar alamat kp Ciomas 10 Desa Karangmukti
8. Rt Risma , 9 tahun, SDN Buana mekar , alamat kp Ciomas desa Karang Mukti
9. Rizki Mubarok , 11 tahun, SDN Ganda mekar ,alamat kp Ciomas 7/4 Desa Karangmukti
10. Aldi Fairuz , 11 tahun, SDN Ganda mekar , alamat kp ciomas RT 7/4 Desa Karangmukti
11. Chandra Rivan , 9 tahun , SDN Buana mekar alamat kp ciomas RT 7/4 Desa Karangmukti
12. Ardian, 11 tahun , SDN Buana mekar alamat kp ciomas RT 10/05 Desa Karangmukti
13. Juanda , 12 tahun , SDN Ganda mekar , alamat kp Ciomas 9/5 Desa Karangmukti
14. Faisal , 12 tahun, SDN Buana mekar , kp Ciomas RT 9/4 Desa Karangmukti
15. Salsa Adila Zahra ,12 tahun, SDN Buana mekar, alamat kp Ciomas RT 7/4, Desa Karangmukti
16. Siti Nuraeni , 12 tahun, SDN Buana mekar , alamat kp Ciomas 6/4 Desa Karangmukti
17. Alfad Ibnu , SDN Buana mekar , Kp Ciomas Desa Karangmukti
18. Cinta alaika , SDN Buana mekar , alamat kp Ciomas Desa Karangmukti

Selanjutnya, anak anak yang sudah diobati sudah pulang dibawa sama orang tuanya Masing-masing dan yang masih dirawat tersisa 5 orang anak

Ket Foto : Istimewa

Selanjutnya, Kepala Sekolah SD Negeri Ganda Mekar, Linda Kurniawati, mengatakan bahwa, berawal ada penawaran atau promosi dari sales yang menawarkan super bubur kemasan untuk anak-anak di SD Ganda mekar, dan setelah beberapa menit kemudian beberapa anak mengalami sakit perut dan muntah-muntah.

“Kami pun merasa kaget, dan secepatnya kami bawa anak-anak kami ke Puskesmas Cipeundeuy untuk penanganan lebih lanjut, Alhamdulillah sebagian sudah bisa dibawa pualng pihak orang tuanya,” jelas Linda. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *