SUBANG | BEWARA.CO.ID | Proses meninggal dunia atau mati atau wafat atau tewas beragam caranya, hanya saja, kalau tewas akibat miras, hal tersebut yang membuat ketua Angkatan Muda Ka’bah Kabupaten Subang, Agus Eko Muchamad Solihin, miris.
Menurut Eko dengan meninggalnya 11 orang warga Kabupaten Subang akibat mereka menenggak minuman keras oplosan, hal ini karena peredaran minuman keras di Kabupaten Subang sangat bebas.
“Kita bisa melihat, ditiap daerah, selalu ada lokasi, baik itu berupa kios atau toko yang menjual minuman keras secara bebas,” ujar Eko pada keterangan tertulisnya, Senin (30/10/2023)
Eko juga menambahkan bahwa, laba penjualan minuman keras ini seperti magnet bagi para pengusaha, untuk bisa merengkuh laba sebesar-besarnya. Karena, pada saat membeli minuman keras, jarang ada pembeli yang menawar harga yang ditawarkan oleh penjual.
“Karena Laba miras ini pula, warga Kabupaten Subang banyak yang tewas,” imbuhnya.
Sementara itu, menyinggung tentang penertiban yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, Eko menuturkan bahwa, tidak menjadi para pengusaha menjadi kapok. Bahkan sepertinya malah semakin menjadi-jadi, atau para pengusaha malah menjadi abai terhadap penertiban yang dilakukan oleh para aparat penegak hukum.
“Akhirnya, kita tidak bisa menuding jika aparat hukum tidak bisa melakukan penindakan tegas terhadap para penjual minuman keras yang ada di Kabupaten Subang, sebab kondisi riilnya, para pengusaha seperti “menertawakan” penindakan yang dilakukan oleh para penegak hukum,” tuturnya.
Hal tersebut tentunya, solusinya, dikambelikan kepada diri sendiri atau personal, jika tidak ingin segera menyusul para korban minuman keras, jangan sekali-kali untuk meminum minuman keras, apapun namanya.
“Walaupun agak sulit untuk mengikuti pola hidup sehat, minimal, kita tidak mencoba atau meminum minuman keras, itu sudah merupakan salahsatu langkah menyelamatkan satu-satunya nyawa yang ada diraga kita,” jelasnya. (Wan/Red)





