Seruan boikot terhadap Raffi Ahmad dan RANS Entertainment ramai diperbincangkan di media sosial sejak Jumat (30/10/2026). Kontroversi tersebut berawal dari kehadiran Raffi dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, yang belakangan menjadi sorotan karena munculnya pengakuan peserta bukan mahasiswa yang menerima bayaran.
Persoalan tersebut kemudian merembet ke RANS Carnival Jogja 2026, festival hiburan yang diselenggarakan di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Sejumlah musisi, termasuk Tipe-X, Guyon Waton, OM Wawes, dan Masdddho, mengumumkan pengunduran diri dari festival tersebut. Beberapa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga membatalkan keikutsertaan sebagai penyewa stan.
Meski Raffi Ahmad telah memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak terlibat dalam perencanaan deklarasi Sumpah Pemuda, seruan boikot terhadap kegiatan yang berkaitan dengan RANS tetap berkembang di media sosial.
Kronologi awal boikot Raffi Ahmad dan RANS
28 Oktober 2026: Mahasiswa menggelar demonstrasi
Rangkaian polemik bermula ketika kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar demonstrasi pada Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Aksi tersebut berlangsung di Jakarta untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah. Demonstrasi ini kemudian menjadi bagian dari perdebatan publik ketika sehari setelahnya berlangsung kegiatan deklarasi mahasiswa yang diselenggarakan Polda Metro Jaya.
Perbedaan situasi antara aksi demonstrasi pada 28 Oktober dan deklarasi keesokan harinya turut menjadi perhatian masyarakat.
29 Oktober 2026: Raffi Ahmad menghadiri deklarasi Sumpah Pemuda
Pada Kamis (29/10/2026), Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan disebut diikuti sekitar 100 mahasiswa.
Raffi Ahmad hadir dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Kreator konten Willie Salim juga terlihat menghadiri acara tersebut.
Dalam kesempatan itu, Raffi mengajak generasi muda menjaga persatuan serta menghadapi tantangan informasi di era digital.
“Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” kata Raffi dalam kegiatan tersebut, sebagaimana diberitakan ANTARA.
29–30 Oktober 2026: Peserta deklarasi mengaku bukan mahasiswa dan dibayar
Kontroversi berkembang setelah beredar video seorang peserta deklarasi yang mengenakan jas almamater Universitas Dian Nusantara (Undira), tetapi kesulitan menjawab pertanyaan mengenai identitas kampusnya.
Pria bernama Bayu Setiadi alias Dino tersebut kemudian menyampaikan klarifikasi melalui video yang diunggah organisasi mahasiswa Undira.
Dalam keterangannya, Bayu mengakui bahwa dirinya bukan mahasiswa Undira. Ia menyebut menghadiri deklarasi setelah menerima undangan dari sebuah komunitas dan mendapatkan bayaran.
“Saya di sini ingin mengklarifikasi bahwa saya bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara,” ungkap Bayu dalam video klarifikasinya.
Persoalan penggunaan atribut perguruan tinggi juga mendapat perhatian dari pihak Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia).
Pengakuan Bayu menimbulkan pertanyaan mengenai identitas peserta dan proses penyelenggaraan deklarasi. Namun, pengakuan satu peserta tidak dapat dijadikan bukti bahwa seluruh peserta menerima bayaran ataupun bahwa Raffi Ahmad terlibat dalam perekrutan mereka.
30 Oktober 2026: Raffi Ahmad memberikan klarifikasi
Setelah namanya ramai menjadi sorotan, Raffi Ahmad menyampaikan klarifikasi tertulis melalui media sosial pada Jumat (30/10/2026).
Raffi menjelaskan bahwa kehadirannya dalam deklarasi Sumpah Pemuda semata-mata untuk memenuhi undangan yang baru diterimanya pada malam sebelum acara.
“Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir,” tulis Raffi.
Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya mengatur kemunculan salah satu merek dalam kegiatan tersebut. Menurut Raffi, gapura dan pembatas jalan yang memuat merek itu telah terpasang sebelum deklarasi diselenggarakan.
Raffi turut menegaskan bahwa dirinya menghormati mahasiswa yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026. Ia menyatakan terbuka terhadap kritik, tetapi berharap kritik didasarkan pada fakta.
Willie Salim juga memberikan klarifikasi terpisah. Ia menyatakan hadir sebagai undangan, tidak terlibat dalam penyelenggaraan maupun pengaturan peserta, serta tidak menerima imbalan.
30–31 Oktober 2026: Seruan boikot meluas ke RANS Carnival
Di tengah kontroversi deklarasi tersebut, pengguna media sosial mulai menyerukan boikot terhadap kegiatan dan bisnis yang berkaitan dengan Raffi Ahmad.
Salah satu yang menjadi sasaran seruan boikot adalah RANS Carnival Jogja 2026, acara hiburan yang menggabungkan pertunjukan musik, wahana permainan, dan bazar UMKM.
Penolakan terhadap festival berkembang melalui sejumlah platform media sosial, termasuk X, Threads, dan Instagram.
Sejumlah musisi yang sebelumnya dijadwalkan tampil kemudian menyampaikan keputusan untuk mengundurkan diri. Meskipun pengunduran diri berlangsung di tengah seruan boikot, alasan setiap musisi tidak sepenuhnya sama.
Guyon Waton, misalnya, menegaskan bahwa keputusan mereka bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan mempertimbangkan keamanan, kenyamanan, dan situasi masyarakat.
Sementara itu, OM Wawes menyatakan keputusan mundur diambil setelah memperhatikan kondisi sosial masyarakat Yogyakarta.
Daftar musisi yang mundur dari RANS Carnival
Hingga Sabtu (31/10/2026), sejumlah musisi telah mengumumkan pembatalan penampilan melalui media sosial masing-masing.
| Musisi | Jadwal semula | Keterangan |
|---|---|---|
| Guyon Waton | 31 Oktober 2026 | Mundur demi keamanan dan kenyamanan |
| Masdddho | 31 Oktober 2026 | Menyatakan menghargai suara masyarakat |
| OM Wawes | 1 November 2026 | Mempertimbangkan kondisi sosial Yogyakarta |
| Tipe-X | 1 November 2026 | Mengumumkan pengunduran diri melalui Instagram |
Tipe-X menyampaikan pengumuman singkat melalui akun Instagram @tipexofficial dengan menyatakan bahwa mereka tidak akan melanjutkan partisipasi dalam festival.
Adapun Masdddho menjelaskan bahwa keputusan pembatalan penampilan diambil bersama timnya sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi masyarakat.
Manajemen Guyon Waton menekankan bahwa keputusan tersebut tidak berkaitan dengan materi acara, melainkan pertimbangan kondusivitas dan keamanan.
UMKM juga membatalkan keikutsertaan
Gelombang pengunduran diri tidak hanya terjadi di kalangan musisi. Sejumlah pelaku UMKM yang sebelumnya telah mempersiapkan stan dan bahan dagangan turut membatalkan keikutsertaan dalam RANS Carnival.
Beberapa pelaku usaha yang dilaporkan mundur antara lain Jeruk Lokal, Cuann.king, Kalapaa.id, dan Roti Gembong Gedhe.
Akun media sosial Jeruk Lokal mengunggah informasi bahwa mereka telah membongkar perlengkapan stan dan meninggalkan lokasi acara meskipun sebelumnya sudah membeli bahan baku.
Cuann.king juga menyampaikan keputusan serupa. Pelaku usaha tersebut mengaku telah menyiapkan banyak stok dagangan sebelum akhirnya memilih meninggalkan lokasi pada dini hari.
Di tengah pembatalan tersebut, sejumlah warganet berusaha membantu mempromosikan dagangan pelaku UMKM yang telah melakukan persiapan untuk mengikuti festival.
Kondisi RANS Carnival Jogja dilaporkan sepi
Dampak pengunduran diri peserta mulai terlihat ketika RANS Carnival berlangsung pada Sabtu (31/10/2026).
Berdasarkan pantauan langsung detikJogja sekitar pukul 11.30 WIB, lokasi festival di area parkir Stadion Maguwoharjo terlihat sepi pengunjung. Panggung masih berdiri dan sejumlah penampil terlihat melakukan pemeriksaan suara.
Dari sejumlah stan makanan yang telah dipersiapkan, hanya sekitar tiga hingga empat stan yang masih bertahan pada saat pemantauan.
Salah satu pedagang bernama Ayu memilih tetap berjualan karena telah berkomitmen mengikuti kegiatan tersebut. Meski demikian, ia mengaku jumlah pembeli yang datang belum sesuai harapan.
Pihak panitia yang ditemui detikJogja di lokasi belum bersedia memberikan komentar mengenai pengunduran diri musisi dan pelaku UMKM.
Hingga Sabtu malam, 31 Oktober 2026, kontroversi yang berawal dari deklarasi Sumpah Pemuda tersebut telah berkembang menjadi seruan boikot yang berdampak pada pelaksanaan RANS Carnival.
Meski demikian, seruan boikot di media sosial tidak berarti seluruh kegiatan RANS Entertainment berhenti beroperasi. Festival di Sleman tetap berlangsung pada hari pertamanya, sementara jadwal semula mencakup dua hari hingga Minggu (1/11/2026).
Belum terdapat bukti terverifikasi yang menunjukkan Raffi Ahmad terlibat dalam pengaturan peserta berbayar pada deklarasi Sumpah Pemuda. Raffi sendiri telah membantah keterlibatannya dalam perencanaan acara tersebut.









